Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, Awal Hidayat, dipercaya memimpin doa dalam kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan pemuda dan masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Mereka berkumpul untuk memperingati momentum bersejarah Sumpah Pemuda sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Awal Hidayat mendapat amanah untuk memimpin doa bersama di hadapan para peserta yang hadir.
Awal merupakan putra kelahiran Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, pada 7 Januari 2004. Ia adalah anak dari pasangan Salmawati dan almarhum Abdul Khalik, yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Senat Mahasiswa UIN Kendari.
Dalam doanya, Awal memohon agar semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 senantiasa terjaga di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.
“Ya Allah, teguhkanlah semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kami, sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Jadikanlah kebersamaan bangsa Indonesia sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun negeri,” demikian doa yang dipanjatkannya dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga memohon agar generasi muda Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, senantiasa tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
Ia berharap para pemuda mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Awal untuk memimpin doa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan generasi muda dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda.
Berasal dari Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Awal kini mendapat kesempatan untuk memimpin doa di hadapan ribuan masyarakat di ibu kota Sulawesi Tenggara.
Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap pemuda memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tanpa dibatasi latar belakang daerah asal.







