DLH Kota Tangerang Siagakan 5 Toren Air Cegah Kebakaran di TPA Rawa Kucing Saat Kemarau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memperkuat mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing selama musim kemarau. Lima toren besar penuh air disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api akibat suhu tinggi di kawasan landfill.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan penyiraman rutin terus dilakukan, terutama pada siang hari, untuk menekan suhu di area landfill agar tidak memicu percikan api.

Bacaan Lainnya

“Setiap hari kami melakukan penyiraman, khususnya pada siang hari. Kami berharap suhu landfill dapat ditekan sehingga potensi munculnya percikan api bisa diminimalkan,” ujar Wawan, Senin (6/7/2026).

DLH juga mendapat dukungan satu unit armada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang yang disiagakan untuk membantu pengawasan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Bersama-sama menjaga kondisi TPA Rawa Kucing agar tetap aman dan terkendali,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, DLH menempatkan lima toren air di sejumlah titik lokasi strategis kawasan TPA Rawa Kucing. Masing-masing toren berkapasitas 10.000 liter dan telah diisi penuh sehingga siap digunakan sewaktu-waktu.

“Jika petugas piket menemukan potensi titik api, mereka tinggal menarik selang dan langsung melakukan pemadaman dari toren terdekat,” jelasnya.

DLH juga terus menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada petugas maupun pemulung yang beraktivitas di TPA Rawa Kucing agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurut Wawan, sosialisasi tersebut telah dilakukan sejak awal 2026 bekerja sama dengan Polsek Neglasari dan Koramil 02 Batuceper.

“Kami mengimbau agar tidak merokok, membawa alat memasak, atau melakukan aktivitas lain yang dapat menimbulkan sumber api. Hasilnya cukup efektif. Saat peninjauan lapangan kemarin, kami tidak menemukan adanya aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ungkapnya.

Wawan juga mengajak masyarakat Kota Tangerang membiasakan memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing sekaligus memperpanjang usia operasional tempat pemrosesan akhir tersebut.

“Kami berharap masyarakat mulai melakukan pengolahan dan pemilahan sampah dari rumah. Dengan begitu volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang, usia TPA bisa lebih panjang, dan potensi terjadinya kebencanaan seperti kebakaran juga dapat diminimalkan,” tutup Wawan.

Pos terkait