Sempat Anjlok, Harga Minyak Dunia Masih Melonjak Lebih dari 8 Persen

<span;>Harga minyak dunia turun pada penutupan perdagangan Jumat (11/9). Meski demikian, secara keseluruhan harga minyak dunia masih naik lebih dari 8 persen dalam sepekan terakhir.
<span;>
<span;>Dikutip dari Reuters pada Senin (14/9), kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun USD 3,02 atau 2,81 persen menjadi USD 104,61 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 2,43 atau 2,37 persen menjadi USD 100,05 per barel.
<span;>
<span;>Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya, pada Kamis (10/9), harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 6 persen imbas meningkatnya serangan terhadap kapal di kawasan Selat Hormuz. Namun memasuki Jumat, para pelaku pasar mulai mengevaluasi kembali risiko yang ada.
<span;>
<span;>“Hal-hal yang memicu kepanikan kemarin mulai mereda hari ini. Pertanyaannya, apakah pasar akan tetap tenang sepanjang akhir pekan? Biasanya hal-hal seperti ini terjadi saat akhir pekan,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
<span;>
Dikutip dari Reuters pada Senin (14/9), kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun USD 3,02 atau 2,81 persen menjadi USD 104,61 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 2,43 atau 2,37 persen menjadi USD 100,05 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya, pada Kamis (10/9), harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 6 persen imbas meningkatnya serangan terhadap kapal di kawasan Selat Hormuz. Namun memasuki Jumat, para pelaku pasar mulai mengevaluasi kembali risiko yang ada.

Bacaan Lainnya

“Hal-hal yang memicu kepanikan kemarin mulai mereda hari ini. Pertanyaannya, apakah pasar akan tetap tenang sepanjang akhir pekan? Biasanya hal-hal seperti ini terjadi saat akhir pekan,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

“Diesel dan produk olahan lainnya kemungkinan akan mengalami tekanan kenaikan yang lebih besar dibandingkan harga minyak mentah secara keseluruhan,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade.

Pos terkait