Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik di beberapa daerah.
Sejumlah bangunan pemerintahan, kampus, rumah sakit, hingga infrastruktur transportasi dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang berpusat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu tersebut.
Di tengah pendataan dampak yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Sigi turut mengklarifikasi informasi yang beredar terkait kondisi Kantor Bupati Sigi.
Salah satu fasilitas publik yang terdampak adalah Kantor Bupati Sigi yang berada di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota.
Guncangan gempa menyebabkan plafon di area lobi kantor ambruk.
Selain itu, sejumlah retakan juga terlihat pada beberapa bagian dinding bangunan.
Saat kejadian, terdapat dua personel Satpol PP yang sedang bertugas di meja depan serta sejumlah anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) di lokasi.
Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut karena para petugas berhasil menyelamatkan diri saat material plafon berjatuhan.
Satpol PP Kabupaten Sigi, Asyid, meluruskan informasi yang menyebut Kantor Bupati Sigi runtuh akibat gempa.
“Kami minta informasi itu diralat. Bukan kantor bupatinya yang runtuh, tetapi plafon di bagian lobi kantor bupati yang ambruk,” ujar Asyid, dikutip dari Tribun Palu, Selasa.
Kerusakan juga terjadi di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan pihak kampus, sejumlah bangunan mengalami kerusakan berupa retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, hingga pecahnya kaca.
Gedung yang terdampak antara lain Gedung Rektorat, Gedung Media Center (GMC), Auditorium, Rumah Sakit Untad, Fakultas Teknik, dan Gelanggang Mahasiswa.
Di Auditorium Untad, sebagian plafon dilaporkan runtuh dan fasilitas videotron mengalami gangguan akibat gempa.
Rektor Untad Prof Amar memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa,” kata Amar dikutip dari Antara Sulteng, Selasa.
Menurut dia, pihak kampus akan segera melakukan asesmen teknis menyeluruh untuk memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan.
“Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus,” ujarnya.
Selain bangunan pemerintahan dan pendidikan, gempa juga berdampak pada infrastruktur transportasi.
Jembatan III Palu dilaporkan mengalami retakan setelah gempa terjadi.
Sebagai langkah antisipasi, jembatan tersebut ditutup sementara untuk seluruh aktivitas hingga proses pemeriksaan dan evaluasi kondisi struktur selesai dilakukan.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan jembatan tersebut kembali dibuka untuk masyarakat.
Gempa juga sempat mengganggu aktivitas pelayanan di RSUD Anutapura Palu.
Pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan dievakuasi ke area terbuka sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.
Direktur RSUD Anutapura Palu, dr Maria Rosa Da Lima Rupa, mengatakan seluruh pasien berhasil dievakuasi sesuai prosedur.
“Alhamdulillah, seluruh pasien berhasil dievakuasi dengan baik dan sesuai prosedur tetap (protap),” ujarnya.
Maria Rosa juga memastikan kondisi bangunan rumah sakit tetap aman karena dirancang tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan berarti akibat guncangan.
Pendataan dampak gempa di Kabupaten Sigi masih terus berlangsung. Hingga Selasa sore, tercatat sedikitnya 29 warga mengalami luka-luka, sementara puluhan rumah dan sejumlah rumah ibadah terdampak gempa.
Selain itu, gempa memicu longsor di kawasan Gunung Kamarora yang menyebabkan saluran air terputus dan berpotensi mengganggu kebutuhan air bersih warga.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi bahkan berkantor langsung di Kecamatan Nokilalaki untuk memantau penanganan darurat di wilayah terdampak.
“Untuk memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, layanan kesehatan, dan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran,” demikian keterangan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sigi.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD, SAR, TNI, Polri, dan instansi terkait masih melakukan asesmen serta pendataan lanjutan terhadap dampak gempa M 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah tersebut.






