Agus Gumiwang Tak di Indonesia Saat Dicopot dari Menperin, Sarmuji Jadi Pengganti

Mantan Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026 . Foto: Instagram/ @agusgumiwangk.

Agus Gumiwang Kartasasmita diganti dari posisinya sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) pada Kamis (1/10). Reshuffle tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat Agus Gumiwang tidak di Indonesia.

Agus sedang menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026. Berdasarkan unggahan lewat Instagram @agusgumiwangk, pertemuan tersebut berlangsung di Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Di sela Pertemuan Tingkat Menteri GFSEC 2026, Agus bertemu dengan United States Trade Representative (USTR), Ambassador Jamieson Greer.

“Kami berdiskusi mengenai penguatan kerja sama perdagangan dan industri Indonesia-Amerika Serikat, termasuk pentingnya kolaborasi yang semakin erat untuk mendukung industri yang tangguh dan berdaya saing,” tulis Agus melalui keterangan di unggahannya, dikutip pada Jumat (2/10).

Di hari yang sama, Agus juga bertemu untuk pertama kalinya dengan Menteri Perdagangan Republik Korea, Park Jung-sung. Ia bertukar pandangan mengenai perkembangan sektor manufaktur di kedua negara, serta peluang memperkuat kerja sama perdagangan dan industri Indonesia-Republik Korea.

“Menteri Park turut mengundang saya untuk berkunjung ke Korea guna melanjutkan pembahasan tersebut. Saya berharap rangkaian pertemuan ini membuka semakin banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi semua pihak, sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur Indonesia dan daya saing industri nasional,” kata Agus.

Sarmuji Ditunjuk Jadi Menperin Gantikan Agus Gumiwang

Prabowo melantik Politikus Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10), menggantikan Agus Gumiwang.

Sarmuji diminta membantu Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih. Kepastian mengenai penunjukkannya untuk membantu Presiden di bidang perindustrian baru diterima pada Kamis (1/10) pagi.

Sarmuji diharapkan dapat memperkuat kinerja Kementerian Perindustrian, terutama dalam memacu pertumbuhan industri manufaktur serta daya saing produk dalam negeri.

Pos terkait