Balita Hanyut di Gorong-Gorong Batam Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian

Gambar: ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Ibas, balita berusia dua tahun yang dilaporkan hanyut terbawa arus gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Rabu (24/6), dalam kondisi meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, mengatakan korban langsung dievakuasi setelah ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Eryk, Rabu (24/6), Dilansir Antara.

Ia menjelaskan, operasi pencarian hari ketiga dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan membagi personel menjadi dua regu.

Regu pertama melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase Perumahan Tanjung Sengkuang, sedangkan regu kedua menyisir area muara drainase, pesisir Pantai Tanjung Buntung, hingga kawasan mangrove di perairan Sengkuang.

Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami turut berdukacita kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” kata Eryk.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah daerah, Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga masyarakat setempat.

Sebelumnya, Ibas dilaporkan terpeleset dan terjatuh ke dalam gorong-gorong di depan rumahnya saat bermain hujan pada Senin (22/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Derasnya arus air membuat korban hanyut dan tidak terlihat lagi.

Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang aliran air setelah kejadian.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga tim SAR turun melakukan operasi pencarian.

Atas kejadian tersebut, SAR Tanjungpinang mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, saat bermain di luar rumah. Pengawasan ekstra dinilai penting, terutama ketika anak berada di sekitar saluran drainase atau gorong-gorong yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Pos terkait