Forum Gerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Forgema Sultra) mendesak Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak, memberikan klarifikasi terkait dugaan perselingkuhan yang disebut-sebut melibatkan seorang pegawai PPPK di lingkungan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial YH.
Penanggung Jawab Forgema Sultra, Abdul Rahman Fathur, mengatakan persoalan tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai urusan pribadi apabila menyangkut seorang pejabat publik.
“Persoalan ini tidak boleh berhenti sebagai gosip personal. Ketika dugaan tersebut menyangkut seorang kepala daerah, persoalannya bergeser menjadi pertanyaan mengenai integritas, keteladanan, kepatutan, dan moralitas seorang pejabat publik,” ujar Rahman dalam keterangan resminya yang diterima Terakata.co, Kamis (13/8/2026).
Ia menilai munculnya dugaan tersebut menunjukkan persoalan yang lebih besar, yakni krisis keteladanan dalam kehidupan pemerintahan.
Menurutnya, pejabat publik bukan hanya pemegang kewenangan administratif, tetapi juga figur yang memperoleh mandat dari masyarakat sehingga semestinya mampu menunjukkan perilaku yang dapat menjadi teladan.
“Ketika seorang kepala daerah dikaitkan dengan dugaan perselingkuhan, masyarakat berhak mempertanyakan apakah pejabat tersebut masih memiliki kelayakan moral untuk terus memimpin,” katanya.
Meski demikian, Rahman menegaskan pihaknya tidak ingin menghakimi seseorang hanya berdasarkan rumor.
“Kami tidak sedang menghakimi seseorang berdasarkan rumor. Kami sedang mempertanyakan integritas seorang pejabat publik ketika namanya terseret dalam dugaan persoalan moral yang serius. Kalau informasi itu tidak benar, bantah dengan terang dan buktikan. Tetapi kalau dugaan itu terbukti, jangan berharap jabatan menjadi tameng untuk mempertahankan kekuasaan,” tegasnya.
Ia mengatakan krisis pemerintahan tidak hanya diukur dari persoalan korupsi, penyalahgunaan anggaran, maupun buruknya pelayanan publik. Krisis juga dapat terjadi ketika pejabat kehilangan keteladanan moral sehingga masyarakat mulai mempertanyakan kelayakan figur yang mereka percayakan untuk memimpin.
Menurutnya, kepala daerah memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan masyarakat biasa karena sikap dan tindakannya dapat memengaruhi wibawa institusi pemerintahan.
Karena itu, Aktivis jebolan HMI Cabang Kendari itu juga mendesak Bupati Konkep Rifqi Saifullah Razak memberikan klarifikasi secara terbuka dan menyeluruh terkait dugaan hubungan dengan YH alias Osin.
Rahman juga menegaskan, apabila dugaan tersebut nantinya terbukti berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, Rifqi Saifullah Razak dinilai perlu menunjukkan sikap bertanggung jawab secara moral, termasuk mempertimbangkan pengunduran dirinya sebagai Bupati Konawe Kepulauan.
“Jabatan kepala daerah bukan tempat berlindung ketika kepercayaan publik telah runtuh. Kalau benar terbukti melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai kepatutan dan keteladanan seorang pemimpin, mundur adalah bentuk pertanggungjawaban moral, bukan kekalahan politik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahman menekankan pentingnya proses klarifikasi dan pembuktian secara objektif. Ia mengatakan pihak yang dituduh juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan pembelaan.
“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi ruang penghakiman tanpa bukti. Karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan tersebut harus diuji secara objektif. Pihak yang dituduh juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan,” lanjutnya.
Namun, ia menolak apabila persoalan tersebut ditutup hanya dengan alasan sebagai urusan pribadi.
Menurutnya, ketika persoalan personal seorang pejabat telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas dan keteladanan, publik tetap memiliki hak untuk meminta penjelasan.
“Konawe Kepulauan membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu menjalankan pemerintahan, tetapi juga mampu menjaga kehormatan jabatan dan kepercayaan masyarakat,” katanya.
“Jangan sampai masyarakat terus diminta percaya kepada pemerintah, sementara perilaku pejabatnya justru menimbulkan krisis kepercayaan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasih kepada pihak – pihak terkait lainnya.






