Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menyiapkan sebanyak 115 titik pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kendari.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin, mengatakan seluruh informasi mengenai lokasi pelaksanaan Shalat Idul Adha akan segera diumumkan secara resmi kepada masyarakat guna memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah.
“Kami berharap seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah Idul Adha tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat. Kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” kata Abdul Manas usai mengikuti rapat koordinasi di Kendari dilansir Antara, Kamis.
Ia menjelaskan, Wali Kota Kendari bersama Wakil Wali Kota dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijadwalkan melaksanakan Shalat Idul Adha di Lapangan Sepak Bola Torada, Kecamatan Puuwatu.
Selain membahas lokasi Shalat Idul Adha, rapat koordinasi tersebut juga membicarakan rencana pelaksanaan malam takbiran.
Pemkot Kendari mengarahkan agar kegiatan takbiran dilaksanakan di masjid masing-masing guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya.
“Takbir itu kita akan lakukan di masjid kita masing-masing, untuk mencegah hal-hal yang kurang baik,” ujarnya.
Menurut Abdul Manas, kebijakan tersebut dinilai lebih efektif karena dapat menghindari risiko cuaca hujan sekaligus mencegah kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Kendari.
Meski demikian, keputusan final terkait usulan pelaksanaan takbir keliling masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Kendari.
Di sisi lain, Pemkot Kendari juga memberi perhatian serius terhadap kesehatan dan kelayakan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Pemerintah kota akan memperketat pengawasan guna memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Pemerintah kota segera menerbitkan surat edaran kepada pihak kecamatan guna melakukan pendataan hewan kurban di wilayah masing-masing. Koordinasi lapangan juga akan diperkuat dengan melibatkan tim dokter hewan yang berkompeten,” kata Abdul Manas.






