Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor Sulawesi Tenggara. Pembalap muda asal Kota Kendari, Muhammad Al Ghazali Tsaqib, sukses meraih podium kedua pada debut perdananya di ajang Bupati Cup II Kejurprov IMI Sulsel Putaran I Tahun 2026 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Kejuaraan yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Sirkuit Taman Sayang, Puncak Indah Malili, tersebut diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah di Sulawesi.
Meski baru pertama kali tampil pada ajang road race resmi, Ghazali mampu menunjukkan performa impresif dan bersaing dengan para pembalap berpengalaman.
Pembalap kelahiran Kendari, 2 Februari 2014, itu berhasil menuntaskan perlombaan dengan hasil membanggakan, finis di posisi kedua dan naik podium.
Ayah sekaligus pendamping pembalap, Randi Wiranata, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, hasil tersebut diraih melalui kerja keras dan latihan yang dilakukan dengan berbagai keterbatasan, mengingat Sulawesi Tenggara hingga kini belum memiliki sirkuit balap permanen yang memadai untuk pembinaan atlet balap motor usia dini.
“Selama ini anak saya hanya saya latih seadanya karena belum adanya sirkuit permanen di Sulawesi Tenggara. Ketika ada event balap, kami bersama tim langsung bergegas mengikuti kejuaraan. Alhamdulillah pada event HUT Luwu Timur ke-23 ini, anak kami berhasil meraih podium kedua,” ujar Randi.
Ia berharap prestasi yang diraih putranya dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar memberikan dukungan lebih besar terhadap perkembangan olahraga balap motor di Sulawesi Tenggara.
“Kami dari CAHAYA ALFAT X TBJ Racing Team berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah sehingga pembalap-pembalap muda Sultra bisa mendapatkan pembinaan yang lebih baik dan memiliki kesempatan mengikuti event-event balap tingkat nasional,” tambahnya.
Dalam perjalanan kariernya, Muhammad Al Ghazali Tsaqib mendapatkan pembinaan dari pelatih Ariansyah Herman dan Arbiansyah Tombili.
Keduanya dikenal aktif membina pembalap muda dan menilai Ghazali memiliki potensi besar untuk berkembang serta bersaing di level yang lebih tinggi.
Prestasi podium kedua pada debut perdananya ini menjadi modal berharga bagi Ghazali untuk terus mengasah kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa talenta balap motor asal Sulawesi Tenggara mampu bersaing dengan daerah lain, meski masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana latihan.
Dengan dukungan yang lebih baik, bukan tidak mungkin pembalap-pembalap muda Sultra akan mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.






