Seorang anak bernama Fiqih (12), warga Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di kebun, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) memasuki hari kedua dengan fokus pada pencarian satu orang yang dilaporkan hilang di kawasan kebun Desa Ulusena Jaya.
“Perkembangan hasil Operasi SAR hari ke-2 kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang hilang di kebun Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono,” kata Amiruddin dalam keterangan rilisnya.
Ia menjelaskan, korban berhasil ditemukan pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 17.34 Wita dalam kondisi selamat. Korban ditemukan sekitar 462 meter dari lokasi kejadian (LKP).
“Pada pukul 17.34 Wita Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan selamat sekitar 462 meter dari LKP. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
“Dengan telah ditemukannya korban tersebut dalam keadaan selamat, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang hilang di kebun Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ungkap Amiruddin.
Korban diketahui bernama Fiqih, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang merupakan warga Desa Ulusena Jaya.
Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya SMC dan staf SMC KPP Kendari, Rescuer KPP Kendari, Polsek Kolono, Babinsa, Senkom, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan, seperti rescue car, ambulans, motor trail, drone thermal, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, Fiqih bersama kakaknya pergi ke kebun. Di tengah perjalanan, kakaknya sempat berhenti di sungai untuk buang air besar dan meminta korban menunggu.
Namun, setelah kembali, kakak korban tidak lagi menemukan Fiqih di lokasi. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga, yang selanjutnya melakukan pencarian secara mandiri.
Karena korban belum ditemukan, informasi tersebut diteruskan kepada tim SAR untuk dilakukan pencarian lebih lanjut.
Setelah dua hari pencarian, Fiqih akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah kembali berkumpul bersama keluarganya.






