Harga beberapa komoditas alam bergerak fluktuatif pada penutupan perdagangan Jumat (9/10). Harga batu bara dan CPO terpantau melemah bersamaan.
Dikutip dari tradingeconomics pada Senin (12/10), harga CPO ditutup pada MYR 4.592 per ton atau melemah 1,48 persen.
Meski begitu tradingeconomics, menjelaskan bahwa harga CPO sempat berfluktuasi di dekat MYR 4.670 per ton setelah reli yang kuat. Hal ini didukung oleh harga minyak nabati yang lebih tinggi di pasar Dalian dan Chicago serta pembelian yang pesat dari India.
Saat ini pasar juga menunggu anggaran negara Malaysia 2027 untuk potensi dukungan industri dan data bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia. Adapun proyeksi harga perkiraan CPO pada kuartal-IV tahun ini ada pada MYR 4.658 per ton.
Sementara untuk batu bara, harganya melemah 0,40 persen ke USD 148,85 per ton. Meski begitu, tradingeconomic menjelaskan sebelumnya harga batu bara naik hingga sekitar USD 150 per ton atau mendekati level tertinggi sejak September 2023.
Hal itu setelah Mahkamah Agung Australia menolak banding dari Mach Energy Australia terkait rencana perluasan tambang batu baranya di NSW. Mahkamah memutuskan bahwa otoritas perencanaan gagal memperhitungkan secara memadai emisi yang dihasilkan oleh pelanggan yang membakar batu bara dari tambang tersebut.
Bergeser ke Nikel, harganya terpantau menguat. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) harga nikel ada pada USD 15.622 per ton. Angka tersebut naik 0,44 persen dibanding hari sebelumnya.
Sementara untuk timah, harganya terpantau menguat. Dikutip dari LME, harga timah berada pada angka USD 53.006 per ton atau menguat 3,03 persen dibanding hari sebelumnya.






