Tak Punya Biaya untuk Operasi, Satpam SPPG Korban Begal di Deli Serdang Pulang dengan Peluru di Tubuh

Seorang petugas keamanan atau satpam SPPG bernama Guntur Sugoro (41), korban dugaan penembakan oleh kawanan begal di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kini telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan. Namun, peluru yang bersarang di punggungnya hingga kini belum diangkat karena terkendala biaya operasi.

“Ini sudah pulang, sudah di rumah,” ujar Guntur saat dikonfirmasi Dilansir Detik, Kamis (21/5/2026).

Bacaan Lainnya

Guntur mengaku dirinya keluar dari rumah sakit pada Selasa (19/5) sore.

Meski kondisinya mulai membaik, ia mengatakan peluru masih berada di tubuhnya karena tidak memiliki biaya untuk menjalani operasi pengangkatan.

Menurut keterangan dokter yang diterimanya, operasi tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp60 juta hingga Rp100 juta. Karena keterbatasan ekonomi, Guntur memilih menunda tindakan medis itu.

“Belum dikeluarkan karena biayanya besar,” katanya.

Ia menjelaskan, dokter sempat menyampaikan bahwa peluru timah yang berada di tubuhnya tidak terlalu membahayakan untuk sementara waktu.

Meski demikian, ia tetap diminta menjalani kontrol rutin guna memastikan tidak terjadi infeksi.

“Ini sesaknya masih ada karena masih ada pelurunya. Tapi kalau penggumpalan darah segala macam sudah nggak ada. Kata dokter nggak masalah, tapi disuruh cek lagi pekan depan, mana tahu ada infeksi,” ujarnya.

Meski masih bisa beraktivitas terbatas, Guntur berharap peluru tersebut dapat segera diangkat agar dirinya bisa kembali hidup normal tanpa rasa sakit maupun gangguan di tubuhnya.

“Iya, maunya dikeluarkan. Karena sekarang saja rasanya mengganjal, apalagi kalau selamanya,” tuturnya.

Sebelumnya, Guntur menjadi korban dugaan pembegalan disertai penembakan di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (11/5) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Jalan Mesjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, menuju rumah seorang temannya di Desa Saentis untuk meminjam uang sebesar Rp200 ribu karena belum menerima gaji.

“Jadi, mau pinjam uang ke kawan sekitar Rp200 ribu untuk biaya makan,” kata Guntur, Selasa (19/5).

Namun setibanya di lokasi, korban dipepet lima orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan memaksanya berhenti. Guntur menyebut para pelaku diduga masih berusia muda dan tidak dikenalnya.

Menurut pengakuannya, para pelaku berusaha merampas sepeda motor miliknya. Dalam aksi tersebut, korban diserang menggunakan senjata tajam dan ditembak hingga peluru mengenai bagian punggungnya.

Meski terluka, Guntur berusaha mempertahankan motornya dengan menabrakkan kendaraannya ke sepeda motor para pelaku.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/B/1962/V/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 12 Mei 2026. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku.

Pos terkait