Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan 22-26 Juni 2026 bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Secara mingguan, rupiah ditutup melemah 79 poin atau sekitar 0,44% dibandingkan dengan posisi penutupan pekan sebelumnya.
Pada Senin (22/6/2026), rupiah dibuka melemah 15 poin atau 0,08% ke level Rp 17.819 per dolar AS dan ditutup turun 39 poin ke posisi Rp 17.843 per dolar AS.
Pelemahan berlanjut pada Selasa (23/6/2026). Rupiah dibuka turun 16 poin atau 0,09% ke level Rp 17.859 per dolar AS dan bertahan di level tersebut hingga penutupan perdagangan.
Tekanan terhadap mata uang Garuda semakin besar pada Rabu (24/6/2026). Rupiah dibuka melemah 83 poin atau 0,46% ke posisi Rp 17.945 per dolar AS dan ditutup turun 93 poin ke level Rp 17.952 per dolar AS.
Kondisi sedikit membaik pada Kamis (25/6/2026). Meski dibuka melemah 11 poin ke level Rp 17.963 per dolar AS, rupiah mampu berbalik menguat dan ditutup naik sembilan poin ke posisi Rp 17.943 per dolar AS.
Namun, pada Jumat (26/6/2026), rupiah kembali tertekan. Mata uang domestik dibuka melemah 44 poin atau 0,25% ke level Rp 17.987 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup menguat 21 poin ke posisi Rp 17.922 per dolar AS.
Secara keseluruhan, pergerakan rupiah selama sepekan menunjukkan tekanan yang cukup besar. Rupiah melemah 79 poin atau 0,44% selama periode 22-26 Juni 2026.
Posisi terlemah rupiah terjadi pada Rabu (24/6/2026) ketika ditutup di level Rp 17.952 per dolar AS, sedangkan posisi terkuat terjadi pada Senin (22/6/2026) saat dibuka di level Rp 17.819 per dolar AS.






